Komplikasi, Akibat Diabetes Melitus yang Dapat Mengancam Keselamatan (Bag 1)

Akibat diabetes melitus memang terkenal sangat menakutkan. Karena itulah, sebisa mungkin orang-orang berusaha untuk terhindar dari penyakit tersebut.

Ada banyak sekali akibat diabetes yang menakutkan. Komplikasi adalah salah satu contohnya. Komplikasi akibat diabetes melitus bukanlah masalah yang bisa diremehkan.

Komplikasi yang timbul akibat diabetes melitus dapat menyebabkan kematian jika sampai tidak diatasi secara tepat dan cepat.

Benarkah Penyakit Diabetes Melitus Mampu Memicu Berbagai Macam Penyakit Berbahaya Lain?

Ya, penyakit diabetes melitus memang juga sangat terkenal sebagai penyakit pemicu berbagai macam penyakit berbahaya lain.

Kemunculan berbagai penyakit berbahaya akibat diabetes tersebut terjadi karena kadar gula dalam darah sudah melebihi ambang batas normal.

Kadar gula darah yang tinggi dan dibiarkan berlarut-larut akan merusak berbagai macam organ penting di dalam tubuh. Akibatnya jelas penderita DM akan semakin beresiko menderita berbagai macam penyakit berbahaya.

Komplikasi akibat diabetes melitus sendiri sebenarnya masih dibagi menjadi 2 macam jenis yaitu komplikasi akut dan komplikasi kronis.

Bagi anda penderita diabetes melitus memang sebaiknya memahami betul mengenai berbagai macam akibat dari penyakit diabetes yang saat ini anda derita.

Jika anda ingin mempelajari tentang apa saja akibat diabetes melitus, maka anda bisa membaca penjelasannya di beberapa bagian artikel di website ini.

Berikut ini adalah 4 artikel yang membahas mengenai akibat diabetes melitus secara lengkap di website ini:

1. Komplikasi akut (hipoglikemia, hiperglikemia, dan DHS)

2. Komplikasi kronis (kerusakan organ jantung, gagal ginjal, kerusakan mata, dan kerusakan sistem saraf)

3. Berbagai penyakit bahaya yang rawan diderita oleh penderita DM

4. Bagaimana cara mencegah komplikasi pada penderita DM

Komplikasi Akut, Komplikasi Tahap Awal yang Sering Diremehkan Penderita Diabetes

Komplikasi akut biasa disebut sebagai akibat diabetes tingkat awal. Banyak sekali penderita diabetes melitus yang meremehkan kemunculan komplikasi akut ini.

Hal tersebut disebabkan karena kemunculan dari komplikasi akut lebih cenderung tiba-tiba. Komplikasi akut pada penderita diabetes melitus sering menyerang bagian tubuh seperti saluran kencing, mulut, kaki, dan juga alat kelamin.

Penyebab utama komplikasi akut pada penderita diabetes melitus ini adalah karena peningkatan maupun penurunan kadar gula darah yang terlalu berlebihan.

Jika komplikasi akut muncul dikarenakan kadar gula darah menurun melebihi batas normal, maka disebut dengan hipoglikemia. Sedangkan jika komplikasi akut terjadi akibat kadar gula darah melebihi batas normal, maka disebut dengan hiperglikemia.

A. Hipoglikemia

Hipoglikemia biasanya terjadi pada penderita diabetes melitus yang memiliki ketergantungan mendapatkan suntikan insulin.

Hipoglikemia bukanlah masalah ringan. Jadi jangan sampai anda meremehkan masalah ini. karena meskipun tampak tidak begitu berbahaya, sebenarnya hipoglikemia dapat menyebabkan kematian jika sampai terlambat diatasi.

Bagaimana Cara Mencegah Hipoglikemia?

Sebenarnya ada 2 cara untuk mencegah hipoglikemia yang sebaiknya dilakukan oleh penderita DM yang membutuhkan suntikan insulin buatan.

Berikut ini adalah 2 macam cara untuk mencegah hipoglikemia tersebut:

• Disiplin dalam mendapatkan suntikan insulin buatan

Penderita DM yang diharuskan oleh dokter untuk mendapatkan suntikan insulin buatan sebaiknya jangan pernah terlambat menyuntikkan insulin buatan. Selain itu, pastikan bahwa suntikan insulin buatan sudah sesuai dengan dosis yang disarankan.

• Jangan terlalu memaksakan diri dalam berolahraga

Penderita DM yang memiliki ketergantungan mendapatkan suntikan insulin buatan sebaiknya jangan pernah memaksakan diri dalam berolahraga.

Karena ketika anda terlalu memaksakan diri dalam berolahraga, kemungkinan besar anda dapat mengalami hipoglikemia.

Gejala Hipoglikemia Akibat Diabetes Melitus

Dikarenakan hipoglikemia merupakan komplikasi akibat diabetes melitus yang sangat berbahaya, sebaiknya penderita DM harus selalu waspada dengan gejala-gejala kemunculannya.

Gejala kemunculan hipoglikemia dibagi menjadi 2 macam. Berikut ini adalah gejala-gejala kemunculan hipoglikemia yang perlu anda waspadai:

• Gejala fisik

Ketika kadar gula darah menurun, maka tubuh secara otomatis akan memproduksi lebih banyak hormon adrenalin.

Hal ini tentu akan memicu munculnya beberapa gejala fisik seperti jantung berdebar lebih cepat dan tidak beraturan, berkeringat dingin, dan mudah merasa kelaparan.

• Gangguan intelektual

Saat kadar gula darah menurun, maka produksi energi di dalam tubuh juga akan menurun. Karena itulah, penderita DM yang mengalami hipoglikemia juga akan mengalami gangguan intelektual.

Gangguan intelektual akibat penurunan kadar gula darah tersebut adalah seperti kebingungan, sulit berkonsentrasi, kesulitan berbicara, ling lung, pingsan, dan bahkan bisa mengalami koma.

 

Tingkat Penurunan Kadar Gula Darah Ternyata Juga Mempengaruhi Gejala yang Dirasakan Penderita DM

Ya, ternyata tingkat penurunan kadar gula darah sangat mempengaruhi gejala apa yang akan dirasakan oleh penderita DM.

Berikut ini adalah penjelasan tentang gejala yang akan dirasakan oleh penderita DM sesuai dengan tingkat penurunan kadar gula darah di dalam tubuh.

• Ketika kadar gula darah kurang dari 60 mg/dl

Penderita DM yang memiliki kadar gula darah kurang dari 60 mg/dl akan merasakan beberapa macam gejala hipoglikemia seperti gemetar, berkeringat dingin, kelaparan, mual, pusing, jantung berdebar, dan tubuh terasa lesu.

• Ketika kadar gula darah kurang dari 40 mg/dl

Jika kadar gula darah menurun sampai kurang dari 40 mg/dl, maka gejala yang dirasakan oleh penderita DM akan semakin parah.

Penderita DM umumnya akan merasakan kesulitan berbicara, kesulitan berkonsentrasi, mengantuk, dan juga merasakan seperti mabuk.

• Ketika kadar gula darah kurang dari 20 mg/dl

Jika sampai kadar gula darah menurun di bawah 20 mg/dl, maka gejala yang muncul akan semakin membahayakan. Penderita DM yang memiliki kadar gula darah di bawah 20 mg/dl biasanya akan mulai mengalami kejang-kejang dan koma.

Pertolongan Pertama Pada Penderita DM Ketika Mengalami Hipoglikemia

Hipoglikema adalah salah satu akibat diabetes melitus yang sangat menakutkan jika tidak diatasi dengan benar.

Oleh karena itu, anda yang menderita penyakit diabetes melitus sebaiknya mempelajari bagaimana melakukan pertolongan pertama ketika mengalami hipoglikemia.

Ketika penderita DM mengalami hipoglikemia, sebaiknya penderita DM diberikan makanan kecil yang memiliki kandungan karbohidrat seperti biskuit.

Namun ini hanyalah pertolongan pertama saja. selanjutnya, penderita DM yang mengalami hipoglikemia harus tetap dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan yang lebih intensif.

Apa Resiko Terburuk Jika Sampai Penderita DM Mengalami Hipoglikemia dan Terlambat Mengatasinya?

Jangan remehkan hipoglikemia sebagai salah satu komplikasi yang timbul akibat penyakit diabetes melitus. Karena jika sampai anda mengalaminya dan terlambat mengatasi, kemungkinan besar anda dapat mengalami kerusakan jaringan otak permanen.

B. Hiperglikemia

Hiperglikemia adalah komplikasi akibat diabetes melitus yang disebabkan kadar gula darah terlalu tinggi melebihi batas normal.

Hiperglikemia biasanya menyebabkan penderita DM mengalami kondisi yang disebut dengan ketoasi dosis diabetic. Kondisi tersebut dikarenakan tingginya kandungan racun yang ada di dalam darah.

Kandungan racun di dalam darah tersebut terbentuk dari proses perubahan lemak yang ada di dalam otot menjadi energi.

Ketika kadar gula darah di dalam tubuh terlalu tinggi, maka sel otot tidak akan mampu lagi memproduksi energi. Karena itulah, tubuh secara otomatis merubah lemak menjadi energi.

Sayangnya, proses perubahan lemak menjadi energi tersebut juga membentuk kandungan racun berupa zat asam di dalam darah. Zat asam tersebut sering disebut dengan keton.

Penderita DM tipe 1 maupun tipe 2 berpotensi untuk mengalami hiperglikemia ini. umumnya, pendertia DM tipe 1 bisa mengalami hiperglikemia ini disebabkan karena lupa mendapatkan suntikan insulin buatan atau tidak mengikuti terapi diabetes dengan benar.

Sedangkan pada penderita DM tipe 2 disebabkan karena infeksi dan juga stress berat. Stress dan infeksi dapat memicu tubuh memproduksi lebih banyak hormon adrenalin. Hormon adrenalin akan membuat kadar gula darah meningkat.

Gejala yang Dirasakan Oleh Penderita DM Ketika Mengalami Kondisi Ketoasi Dosis Diabetic

Penderita DM yang mengalami kondisi ketoasi dosis diabetic biasanya akan mengalami beberapa macam gejala seperti:

• Nafas berbau wangi buah

• Nafsu makan menurun

• Mual dan muntah-muntah

• Mudah merasa lelah dan mengantuk

• Demam

• Kesadaran menurun dan bahkan bisa mengalami koma

• Berat badan mengalami penurunan

• Nafas menjadi lebih cepat dan dalam

• Perut terasa nyeri

Selain gejala-gejala tersebut, hiperglikemia akibat diabetes melitus juga memicu penderitanya mengalami beberapa gejala umum seperti sering buang air kecil dan juga sering merasa kehausan.

C. Diabetic Hypersonolar Syndrome (DHS)

Diabetic Hypersonolar Syndrome atau DHS adalah kondisi khusus yang dialami akibat diabetes melitus.

Ketika penderita DM mengalami kondisi DHS ini, umumnya darah akan mengalami pengentalan. Hal ini terjadi karena kadar gula darah terlalu tinggi.

DHS ini bisa terjadi jika kadar gula darah penderita DM lebih dari 600 mg/dl. Ketika kadar gula darah sudah melebihi taraf normal, maka secara otomatis tubuh akan mengambil cairan yang ada di dalam ginjal untuk mengencerkan darah.

Karena itulah, penderita DM yang sering memiliki kadar gula darah tinggi akan lebih sering buang air kecil dan merasa kehausan.

Siapa yang Paling Sering Mengalami Kondisi DHS?

Penderita DM tipe 2 adalah yang paling sering mengalami kondisi DHS ini. Penyebab mengapa penderita DM tipe 2 beresiko mengalami masalah ini adalah karena mereka belum mampu mengontrol penyakit yang dideritanya.

Selain itu, ada kemungkinan penderita DM tipe 2 masih belum sadar bahwa mereka sedang menderita penyakit berbahaya. Karena itulah, mereka belum mulai melakukan pengontrolan pola makan yang benar.

 

Gejala yang Dirasakan Penderita DM yang Mengalami Kondisi DHS

Sebenarnya, gejala yang dirasakan oleh penderita DM ketika mengalami kondisi DHS ini hampir mirip seperti ketika mereka mengalami kondisi ketoasi dosis diabetic.

Namun perbedaannya penderita DM yang mengalami kondisi DHS ini tidak memiliki nafas yang berbau wangi seperti buah.

Berikut adalah berbagai gejala yang umum dirasakan oleh penderita DM yang mengalami kondisi DHS:

• Kaki sering mengalami kram

• Sering merasa kehausan dan juga sering buang air kecil

• Tubuh mudah merasa lemah dan lesu

• Sering mengalami kejang-kejang dan bahkan koma

• Denyut jantung cepat

Apa yang Harus Penderita DM Lakukan Untuk Mencegah Mengalami Kondisi DHS?

Kondisi DHS adalah akibat diabetes melitus yang tidak bisa diremehkan. Sebaiknya penderita DM sebisa mungkin mencegahnya.

Satu-satunya cara untuk mencegah agar jangan sampai mengalami kondisi DHS adalah dengan rutin mengontrol kadar gula darah dan juga mulai hidup dengan pola hidup yang sehat.

Jika memang anda mengalami kondisi DHS, maka sebaiknya segera pergi ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan yang lebih intensif.

POST REPLY